Sabtu, 17 Januari 2009

UAS PENGEMBANGAN IT DALAM PEMBELAJARAN

1. Deskripsikan wilayah garapan / pokok-pokok Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP)

JAWAB :

Pengertian sistem informasi manajemen (SIM), yaitu merupakan penerapan sistem informasi di dalam tubuh organisasi guna mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen pada organisasi tersebut. SIM merupakan kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data sehingga tersaji informasi yang berguna bagi semua tingkatan manajemen organisasi tersebut.

Dengan demikian wilayah garapan atau pokok-pokok Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) adalah administrasi pendidikan itu sendiri, guna :
  • Meningkatkan kemampuan (manajerial dan administrasi pendidikan) dalam rangka standarisasi, pemantauan, evaluasi, meningkatkan kualitas perumusan kebijakan, pengambilan keputusan dan perencanaan pendidikan, atas dasar data dan informasi yang cepat dan akurat,
  • Terwujudnya sistem pangkalan data dan informasi sebagai sub sistem dari SIM Pendidikan DEPDIKNAS,
  • Melembaganya pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, sehingga terjamin adanya kesinambungan dalam pemeliharaan, pengoperasian dan pengembangan pendidikan.


2. Bagaimana proses penggunaan Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan ?

JAWAB :

Proses penggunaan MSIP adalah :
  • Data dan informasi harus dioleh kedalam satu sistem informasi, agar data dan informasi tersebut memiliki makna dan dapat membantu membuat keputusan-keputusan. Suatu organisasi harus memiliki input data dan informasi yang baik, sehingga keputusan-keputusan yang diambil sesuai dengan tujuan organisasi. Data dan informasi yang baik tidak hanya harus akurat, valid dan mencukupi/lengkap, tetapi juga harus tepat waktu pada saat dibutuhkan.
  • Sebagai bentuk akuntabilitas dan pencitraan publik pengelolaan pendidikan, adanya SIMP bertujuan untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses, menganalisis, dan mempublikasikan informasi tersebut.
  • Salah satu hasil yang sangat penting dan strategis dari SIMP adalah dihasilkannya pemetaan sekolah secara akurat. Dengan bantuan program-program pengolah data modern dan perangkat lunak lain, pemetaan sekolah tidak hanya memetakan sekolah dari segi kualifikasi dan sebaran tetapi juga dari segi atribut atau kondisi sekolah.
Banyak pendapat mengatakan bahwa teknologi informasi merupakan salah satu senjata persaingan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Hal ini tidak perlu diragukan lagi karena saat ini teknologi informasi telah menjadi salah satu alat untuk meningkatkan efesiensi aktivitas operasional lembaga pendidikan. Hampir disetiap lembaga pendidikan telah tampak fenomena bahwa yang menjadi kriteria pilihan masyarakat saat ini adalah lembaga pendidikan yang telah memiliki perangkat teknologi informasi yang sangat memadai dalam berbagai aktivitas operasional lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan yang mampu mengoperasionalkan manajemen sistem informasi pendidikan dengan baik akan meningkatkan mutu layanan pendidikan yang sekaligus akan menjadi lembaga pendidikan yang menjadi pilihan masyarakat.



3. Klasifikasikan kemudian deskripsikan jenis data yang biasa digunakan untuk kepentingan MSIP ?

JAWAB :

Klasifikasi dan deskripsi data :
  • Data dari pemerintah/birokrasi, yaitu Undang-undang, peratuaran, ketetapan/keputusan, edaran, anjuran, standar kurikulum, nomor statistik sekolah, nomor induk personil/pegawai (NIP), NUPTK (Nomor Induk Pendidik dan Tenaga Kependidikan), hasil monitoring/supervisi/audit,reward/bantuan/blok grant, standart-standart, penilaian/akreditasi, dan lain-lain.
  • Data pada sekolah/organisasi, yaitu data siswa, personil (guru dan staf administrasi), keuangan, komite/organisasi sekolah, barabg-barang inventaris/perlengkapan (barang tidak bergerak, tanah dan bangunan; barang-barang bergerak ; perabot, peralatan-peralatan teknis). Barang-barang non inventaris (habis pakai), bukti kerja sama/MoU, prestasi, pengembangan kurikulum dan silabus, tata tertib, perencanaan/strategi, keputusan/ketetapan intern, dan lain-lain.
Kedua kelas atau kelompok data tersebut merupakan data hidup (bertambah atau berkurang/berubah) harus diolah dari waktu ke waktu sehingga terjadi satu sistem informasi yang "berguna" yaitu SIMP pada organisasi tersebut, yang akan memudahkan pula dalam pengendalian/evaluasi dan diakses oleh pihak-pihak yang membutuhkan/stakeholders



4.Deskripsikan fungsi manajeman sistem informasi dalam kontek :

JAWAB :

  • Manajemen Data. Data adalah fakta-fakta mentah atau deskripsi-deskripsi dasar dari hal-hal, event, aktivitas, dan transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan, diklasifikasikan, diorganisasikan, pada gilirannya akan mampu menghasilkan informasi yang bermakna.
  • Monitoring. SIM merupakan "darah" yang mengalir dalam tubuh organisasi, berbekal Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang akurat dan konferhensif, akan memudahkan menejer atau pihak lain/stakeholders melakukan monitoring setiap waktu atau pada saat yang diperlukan.
  • Pengambilan Keputusan. Sistem informasi mampu menyediakan informasi kepada manajer yang harus membuat keputusan dalam situasi-situasi tertentu, mendukung pengambil keputusan dalam situasi yang tidak terstruktur dengan baik. Sistem ini disebut Decision Support System (DSS).
  • Evaluasi dan Penilaian. Suatu organisasi yang mampu menyajikan sisitem informasi yang memiliki makna, lengkap, akurat, akuntabel, akan mampu untuk dievaluasi/penilaian oleh organisasi sendiri (evaluasi diri), maupun oleh pihak-pihak lain/stakeholders.
  • Pengontrol Kualitas. sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa garapan utama manajemen sistem informasi pendidikan adalah administrasi pendidikan itu sendiri, bila sekolah mampu memiliki sistem informasi yang handal, tentu akan mampu diimplementasikan terhadap pengontrol/pengendalian kualitas sekolah tersebut, karena Sistem Informasi Manajeman (SIM) diadakan dalam rangka standarisasi, pemantauan, evalusi, meningkatkan kualitas perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan perencanaan atas dasar sistem informasi yang akurat dan konprehensif.
  • Meningkatkan Daya Kompetensi. Ciri informasi yang berguna adalah akurat, lengkap, fleksibel, dapat dipercaya, berhubungan, mudah diakses, berdasarkan fakta, tepat waktu, dan tidak terkontaminasi. Disamping itu mudah dalam penyimpanan, pengambilan, analisis dan sharing data, sehingga organisasi tersebut akan mampu meningkatkan kompetensi dalam hal : berkomunikasi lebih cepat dan mudah, dapat memperluas kewenangan dan pengembangan organisasi, kemampuan dalam perencanaan dan pengembilan keputusan,
  • Pengembangan Kelembagaan (Misalnya Sekolah) : Sistem Informasi Manajemen (SIM) dapat memberikan peningkatan pelayanan kepada siswa dan orang tua siswa/stakeholders, misalnya penyajian informasi tentang kemajuan belajar siswa secara cepat dan akurat. Semakin cepat informasi sampai kepada orang tua siswa/stakeholders akan mempercepat perbaikan/pengendalian mutu pembelajaran dan mutu sekolah. Sistem Informasi Manajemen sebagai modal untuk bersaing secara profesional dan sehat dengan sekolah lain dalam upaya pengembangan sekolah.
  • Mengefektifkan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Lainnya. Mengoptimalisasikan proses-proses pengolahan data dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual, meningkatkan efektivitas dan efesiensi sumber daya manusia yang bekerja dalam kelompok, dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.
  • Menyederhanakan Birokrasi. Sistem Informasi Manajemen (SIM), menyediakan komunikasi dalam/antar organisasi dengan cepat, SIM menyimpan informasi yang mudah diakses dengan prosedur yang simpel, SIM menyediakan fasilitas pengaksesan informasi yang sangat benyak diseluruh dunia dengan cepat dan mudah tanpa ada aturan harus melalui birokrasi tertentu.
  • Meningkatkan Efesiensi. Meningkatkan efesiensi sekaligus efektivitas, menyajikan informasi dengan jelas, mampu mengurangi beban kerja, mempercepat pekerjaan/pengetikan dan editing, pembiayaan menjadi lebih murah.
  • Membuat Perencanaan. Perencanaan yang baik tentang pengembangan/peningkatan ketika akan memulai sesuatu yang baru harus didukung/didahului oleh adanya data dan informasi, selain dari fenomena empirik dan renungan serta refleksi, semakin komprehensifnya informasi maka semakin baiklah perencanaan yang dibuat.
  • Umpan Balik. Dapat meningkatkan kreativitas, baik penyedia layanan sistem informasi dengan pengguna karena bisa mendapatkan feed back dari pengguna sistem informasi dengan lebih cepat. Adanya hubungan dua arah dari penyedia layanan manajemen informasi dengan pengguna informasi karena informasi akan lebih terintegrasi pada layanan menajemen informasi khususnya yang akan dijadikan pijakan dalam pengambilan keputusan.


5. Berikan penjelasan perbedaan manajemen sistem informasi pendidikan konvensional dengan berbasis komputer (modern), dalam kontek planning, actuating, innovating, organizing, staffing, controlling, representing, coordinating?

JAWAB :

terlebih dahulu akan dijelaskan pengertian fungsi-fungsi manajemen :
  1. Planning adalah : Perencanaan
  2. Actuating adalah : action/realisasi kerja
  3. Directing adalah :Pengarahan
  4. Innovating adalah Peningkatan Perbaikan/inovasi
  5. Organizing adalah : Pengorganisasian
  6. Staffing adalah : Manajemen Kepegawaian, menyangkut deskripsi jabatan/keahlian,fungsi, wewenang dan tanggung jawab.
  7. Controlling adalah : Pengendalian
  8. Representing adalah : Sumbangan dengan tugas pimpinan antara lain, menghadiri/memimpin rapat, melakukan perjalanan, melakukan kontrak/hubungan dengan pihak lain.
  9. Coordinating adalah : Koordinasi/hubungan.
Perbedaan Manajemen Sistem Informasi Pendidikan antara model yang konvensional dengan yang berbasis komputer/modern adalah :
  • Model Konvensional, adalah sistem informasi yang dikerjakan secara manual. Bila dikaitkan dengan situasi sekarang dimana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi demikian dahsyat, maka kondisi dan kemampuan Manajemen Sistem Informasi Pendidikan model konvensional adalah kebalikan dari model modern, sehingga fungsi-fungsi manajemen seperti planning, actuating, directing, innovating, staffing, controlling, refresenting, dan coordinating tidak akan semudah,sepraktis, seefektif dan seefesien pada penerapan model modern/berbasis komputer.
  • Model Berbasis Komputer (Modern). MSIP berbasis komputer atau Computer Based Information System (CBIS) adalah sebuah sistem informasi yang menggunakan komputer dan teknologi telekomunikasi untuk melakukan tugas-tugas yang dikehendaki sehingga mampu melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dengan kecepatan tinggi, menyediakan komunikasi dalam satu sekolah atau antar sekolah yang murah, akurat dan cepat, seperti :
  1. Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses
  2. Melakukan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia dengan cepat dan murah
  3. Meningkatkan efektivitas dan efesiensi pekerjaan
  4. Menyajikan informasi dengan jelas dan menggunakan pikiran
  5. Mengotomatiskan proses-proses pekerjaan, mempercepat pengetikan dan penyuntimngan
  6. Melaksanakan hal-hal tersebut di atas jauh lebih mudah bila dibandingkan secara manual.
Dengan demikian fungsi-fungsi manajemen pada lembaga pendidikan dapat berjalan dengan lancar, cepat, normal, akuntabel, akurat, memenuhi standarisasi dan relatif murah.

Berikut adalah infrastruktur dan arsitektur informasi model CBIS. Infrastruktur informasi terdiri dari fasilitas-fasilitas fisik, layanan dan manajemen yang mendukung semua sumber daya komputer dalam suatu lembaga/organisasi. Terdapat 5 komponen utama dari infrastruktur dimaksud, yaitu :
  1. Perangkat keras (hardware)
  2. Perangkat lunak (software)
  3. Fasilitas jaringan dan komunikasi (Networks and communication facilities) termasuk internet.
  4. Basis data (data base)
Informasi Manajemen Personal (Personalia Management Information) arsitektur informasi berbeda dengan arsitektur komputer yang menggambarkan kebutuhan perangkat keras dari sistem komputer. Arsitektur informasi adalah perencanaan terhadap kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh lembaga/organisasi dan bagaimana proses kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dipenuhi. Dalam mempersiapkan arsitektur informasi perancang (designer) membutuhkan :
  1. Informasi-informasi perihal pendidikan
  2. Infrastruktur informasi. Informasi telah ada dan yang direncanakan sehingga mampu melengkapi informasi dalam rangka terus eksis berada dalam lingkungan sistem informasi pendidikan.


6. Untuk soal no. 6, silakan pilih salah satu!
Salah satu contoh penerapan manajemen sistem informasi pendidikan di sekolah adalah e-learning. Buatlah contoh sederhana penerapan program e-learning di sekolah dalam hal :
  1. Pembelajaran berpusat pada siswa (Student Centred Learning) atau SCL
  2. Pengembangan Perpustakaan Digital (Digital Library)
  3. Pengembangan Sumber Daya Guru atau Pegawai
JAWAB :

Salah satu konsep/bentuk pengembangan perpustakaan digital (digital Library) adalah :
  • Penerapan teknologi informasi digunakan sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan. Bidang pekerjaan yang diintegrasikan dengan sistem tersebut adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik dan lain sebagainya. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk automasi perpustakaan
  • Penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Cakupannnya antara lain : Pengadaan koleksi, katalogisasi, inventarisasi, sirkulasi, reserve, inter-library loan
  • Pengelolaan penerbitan berkala
  • Penyediaan penerbitan berkala
  • Penyediaan katalog (OPAC) dan
  • Pengelolaan anggota
Penyedia teknologi informasi yang digunakan dalam layanan informasi referensi dikembangkan dengan menyediakan koleksi dalam bentuk digital yang dikemas dalam bentuk CD-ROM dan akses informasi ke jaringan luar (LAN, WAN, dan Internet).

Adapun peranan dari masing-masing layanan teknologi informasi adalah :
Peran CD-ROM :
  1. Mempercepat akses informasi multi media, baik itu berupa abstrak, indeks, maupun bahan full texs, dalam bentuk digital tanpa mengadakan hubungan ke komputer
  2. Media back up/cadangan data perpustakaan dan sarana koleksi referensi bagi perpustakaan lain.
Peran Internet :
  1. Untuk mengakses informasi multimedia dalam resource internet
  2. Sarana telekomunikasi dan distribusi informasi
  3. Untuk membuat homepage, penyebarluasan katalog dan informasi


Kamis, 25 Desember 2008

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan telah lama dilakukan di negara-negara maju. Di Amerika serikat, misalnya pemanfaatan jaringan computer telah dilakukan sejak tahun 1980-an. Setiap siswa mempunyai kesempatan untuk mengakses bahan-bahan pelajaran yang disajikan dalam bentuk interaktif melalui jaringan computer. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini ternyata berhasil meningkatkan hasil ujian, penurunan tingkat putus sekolah, dan penurunan tingkat ketidakhadiran di kelas.

Di Indonesia pemanfaatan Internet sebagai bahan sarana pendidikan masih sangat minim. Untuk tingkat perguruan tinggi saja, hanya beberapa pergururan tinggi yang memanfaatkan teknologi dan komunikasi, dan itupun belum maksimal. Masih banyak aplikasi-aplikasi di Internet yang belum digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan yang dilakukan. Untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi jauh lebih minim lagi.

Ada banyak bentuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan yang dapat dilakukan, antara lain :

1. Berbagi Hasil Penelitian
Teknologi informasi dan komunikasi dalam hal ini khususnya internet, telah banyak digunakan sebagai sumber informasi untuk menunjang pendidikan. Internet telah dimanfaatkan untuk berbagi hasil-hasil penelitian yang dilakukan di belahan dunia berbeda. Hal ini menyebabkan hasil penelitian yang dilakukan oleh seseorang dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Saling berbagi hasil penelitian juga mencegah terjadinya penelitian serupa yang terulang.

2. Konsultasi dengan Pakar
Internet juga banyak dimanfaatkan untuk berkonsultasi dengan pakar-pakar yang berada di tempat lain. Hal ini menyebabkan ruang dan jarak bukan lagi menjadi masalah.

3. Perpustakaan Online
Perpustakaan online adalah perpustakaan dalam bentuk digital yang ditempatkan di internet. Perpustakaan online memungkinkan seorang peljar atau mahasiswa dapat mengakses sumber-sumber ilmu pengetahuan dengan cara mudah tanpa harus dibatasi dengan jarak dan waktu. Perpustakaan online memungkinkan seorang mahasiswa di Universitas Sumatra Utara dapat mengakses perpustakaan milik ITB.

4. Diskusi Online
Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan di internet. Aplikasi diskusi online memungkinkan para mahasiswa dapat saling bertukar pikiran tanpa harus berkumpul di suatu tempat. Diskusi online juga memungkinkan seorang pelajar dapat berdiskusi dengan seorang pakar.

5. Kelas Online
Aplikasi kelas online dapat digunakan bagi lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh, seperti Universitas Terbuka dan sekolah-sekolah terbuka (SMP Terbuka). Materi-materi pelajaran dibuat interaktif dan menarik sehingga kualitas belajar di kelas online tidak kalah dengan kualitas belajar di kelas biasa.

T E S T I N T E L E G E N S I ( test I Quotient)

Intellegensi diambil dari kata Intelligence dari bahasa Inggris yang artinya kecerdasan, sedangkan dari bahasa Latin Intelegere yang artinya sama dengan menghubungkan atau mengorganisasikan.

Intellegensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kemampuan yang bersifat umum tersebut meliputi berbagai jenis kemampuan psikis seperti berpikir mekanis, matematis, abstrak, memahami, mengingat, berbahasa, dan sebagainya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang sangat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan suatu kondisi yang memungkinkan individu mencapai pengetahuan, kecakapan atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan/pendidikan formal/informal. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena test intelegensi (test IQ) tidak dirancang untuk menyungkap kemampuan-kemampuan khusus, maka bakat tidak dapat segera diketahui melalui test intelegensi.

Kata "intelegensia" sekarang ini makin penting maknanya terutama hubunganya dengan psychometrics (pengukuran kemampuan mental). Kata Intelegensi masih belum memberikan arti yang tepat dan memuaskan meskipun pada suatu saat akan mencapai kesesuaian mengenai definisi intelegensi.

Kecerdasan merupakan kemampuan otak manusia dalam hal rasio yang pada era modern ini lebih umum disebut kecerdasan akademik. Kecerdasan ini pada umumnya didapat dari bangku pendidikan, baik formal maupun nonformal dalam terminologi pendidikan. Namun ada juga yang mendapatkannya secar otodidak.

Kemampuan umum atau Intelegensi seseorang dapat diketahui secara lebih tepat dengan menggunakan test intelegensi. Sering kali jawaban menjadi bahan perdebatan karena ada yang mempunyai jawaban lain yang bagi mereka merupakan jawaban yang lebih tepat. memang dari satu rangkaian pertanyaan mungkin dapat disimpulkan beberapa jawaban yang sah. Akan tetapi lebih dapat dipertanggungjawabkan adalah jawaban yang lebih bersifat umum dibandingkan dengan jawaban yang masih meragukan meskipun dapat dibenarkan.

Sebagai contoh misalnya diberikan pertanyaan di bawah ini :
Manakah deretan angka yang kurang tepat : 64 - 48 - 8 - 14

Jawabannya adalah "14" karena satu-satunya bilangan yang tidak dapat dibagi dengan delapan. Jelas dengan memilih bilangan-bilangan ini penyusun test mengatur agar bilangan-bilangan itu mempunyai suatu sifat yang sama.

Masuk akal juga bila memilih "8" sebagai jawabanya, karena bilangan ini satu-satunya yang memiliki satu digit sedangkan yang lain memiliki dua digit. Akan tetapi bagaimanapun jawaban ini tidak sekuat jawaban yang pertama, bila dilihat dari kualitasnya.

Janganlah sengaja mencoba mencari jawaban-jawaban yang aneh yang akan memuaskan pertanyaan yang diberikan, karena seringkali jawaban yang benar adalah jawaban yang paling menyolok.

Waktu memegang peranan yang sangat penting dalam test IQ. Jadi janganlah mencari-cari jawaban yang aneh atau sengaja mencari jawaban yang lain karena akan mengurangi kesempatan kita untuk menjawab pertanyaan yang lain.

Biasanya test Intelegensi terbagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok ditujukan untuk mengakses berbagai aspek dari intelegensi tertentu. Seseorang mungkin ahli dalam memecahkan masalah numerik, sedangkan yang lain lebih kuat dalam keahlian verbal. Mungkin yang lain lebih hebat dalam menyusun bentuk atau rancangan per kelompok tetapi tak dapat mengolah logika.

Ada juga test yang menuntut kemampuan memvisualisasi posisi suatu obyek setelah obyek itu dialihkan beberapa kali, tetapi mungkin ia tak mampu mengenali rangkaian istilah yang dikeluarkan beberapa kali secara teratur.

Memang para penyusun test tak semudah itu mencapai kesepakatan mengenai cara penyususnan test yang paling tepat. Ada yang lebih cenderung mengelompokan semua test yang bentuknya serupa, sehingga mengembangkan kemampuan verbal saja. Sementara yang lain akan menekuni kemampuan numerik, ruang bangun dan sebagainya tergantung sasaran test tersebut untuk mengukur kemampuan yang akan diukur.

Untuk menjawab test yang beraneka ragam memang jauh lebih menyenangkan daripada menjawab test yang monoton satu jenis saja. Karena tes yang sejenis akan menimbulkan kejenuhan bagi peserta test, namun sekaligus juga dapat untuk mengukur dari segi emosional seserang dalam mengendalikan tingkat kejenuhannya ketika dihadapkan pada suatu keadaan.

Faktor yang harus dipertimbangkan adalah faktor waktu yang sangat mempengaruhi pikiran manusia. Seperti juga suatu komputer sesungguhnya pikiran kita dapat menangani berbagai tugas secara cepat. Tetapi pikiran itu tidak akan mampu bila belum diprogram dengan baik sehingga pikiran dapat melalui otak dengan cepat begitu dirangsang.

Bukti intelegensi adalah kemampuan untuk mengetahui bagaimana cara menangani suatu tugas. Begitu ditemukan titik awal yang sesuai, maka otak yang terangsang akan bekerja cepat sekali dan menghasilkan pemecahan yang dikehendaki.

Harus diingat bahwa kecermatan lebih penting dari pada kecepatan. Ada baiknya mencari keseimbangan waktu dan ketepatan secara baik. Jangan berlama-lama pada suatu pertanyaan dengan harapan dapat merangsang proses mental agar waktu untuk mencari titik awal pemecahanya jangan sampai melebihi batas waktu yang diberikan.

Test intelegensi pertama kali diciptakan oleh Alfred Binet dan Theodore Simon pada tahun 1908 di Prancis. Test ini mulanya sangat sederhana dan hanya untuk anak-anak saja, akhirnya mendapat sambutan baik dari para ahli sehingga banyak yang menyempurnakannya. Para ahli yang merevisi test Binet-Simon ialah : Kuhlmanun (1912 dan 1922), Lewis Termasn (1916), Mordan (1932), David Merril (1937).

Ada beberapa penggolongan nilai test IQ, berikut salah satu contohnya :
> dari 140 : Luar biasa cerdas (genius)
120 - 139 : Sangat cerdas (Superior)
110 - 119 : Di atas normal
90 - 109 : Normal
80 - 89 : Di bawah normal
70 - 79 : Bordeline (Garis batas)
50 - 69 : Debile
26 - 49 : Embicile
0 - 25 : Idiot

Para pencari kerja sering mengeluh ketika harus menghadapi seleksi test psikologi. Bahkan tidak jarang menganggap test semacam ini sebagai batu sandungan. dari pengalaman sering terdengar pernyataan bahwa psikotest ini sulit, sebagian lain lagi menganggap membingungkan. Anggapan ini sebenarnya keliru karena justru soal-soal test psikologi, apakah itu kemampuan intelegensi atau test kepribadian dibuat mudah dan sederhana.

Bentuk soal test kemampuan persepsi adalah berupa gambar-gambar (simbol) yang satu dan lainnya hampir sama. Ketika menghadapi gambar-gambar, hal pertama yang harus diperhatikan adalah unsur-unsur yang ada dalam gambar tersebut, dari baris atas, tengah, dan baris paling bawah yang ahrus di isi jawaban. dari pengamatan itulah peserta akan menemukan unsur yang belum ada.

Psikotest dirancang untuk mengukur berbagai faktor psikologis tertentu. Tujuannya bagi perusahaan adalah memperkirakan apa yang akan dilakukan seseorang dimasa yang akan datang. Faktor yang diukur adalah tipe psikologis seperti logika berfikir, kemempuan mempelajari temperamen dan berbagai kecakapan tertentu. Biasanya juga menyangkut pengukuran kemampuan fisik, seperti kecakapan atau kecepatan menulis atau koordinasi gerak tangan dan penglihatan.

Menurut Lee J. Cronbach dalam Essentials of Psychological Testing, tujuan psikotest adalah mengetahui perbedaan diantara setiap kepribadian. Dalam perusahaan, para karyawan akan selalu berusaha untuk lebih baik dari pekerja lain. Perbedaan kepribadian individu merupakan problem utama dalam mengatur tindakan orang lain. Oleh karena itu, setiap pemimpin, manager dan karyawan harus mampu mengidentifikasi masalah tersebut.

Saran untuk mengerjakan Psikotest :
  1. Percaya Diri. Tanamkan rasa percaya diri yang kuat sebelum menghadapi atau mengerjakan soal test.
  2. Konsentrasi. Pusatkan pikiran pada saat mengerjakan test dan lupakan segala sesuatu yang mengganggu pikiran.
  3. Cermat. Penyajian setiap angka, huruf, tanda baca (titik, koma, dll) gambar, simbol, kata, kalimat, harus anda perhatikan dengan cermat. Misalnya mana yang benar "negatif" atau "negatip".
  4. Ketenangan. Ketenangan bukan berati tidak becanda atau berbisik-bisik, tetapi tenang pikiran dan jiwa, tidak ceroboh, tidak emosional.
  5. Ketelitian. Anda akan menjumpai banyak angka, gambar, dan simbol yang satu sama lain bentuknya hampir sama yang kadang-kadang cukup membingungkan. Disinilah ketelitian akan diuji untuk menjawan soal.
  6. Bekerja sendiri. Jangan sekali-kali mencontek pekerjaan orang lain. Apalagi untuk mengerjakan test kepribadian karena belum tentu yang anda contoh memiliki nilai kepribadiannya yang baik. Pikirkan dan kerjakan sendiri sebisa mungkin.
  7. Ikuti petunjuk. Ikutilah petunjuk dari penguji dan juga petunjuk dari soal. tanyakan pada penguji ketika ia memberi kesempatan untuk bertanya sampai anda benar-benar jelas mengenai cara mengerjakannya, aturan-aturannya, dan sebagainya.
Selamat Mengikuti Psikotest..









C Y B E R C R I M E

Cybercrime dapat diartikan kejahatan atau tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh seseorang dengan menggunakan sarana computer. Dengan kemajuan internet, dimana computer-computer di dunia terhubung satu dengan lainnya, cybercrime pun tidak lepas dari internet. Dengan kata lain cybercrime dapat juga diartikan sebagai kejahatan yang dilakukan di internet atau dunia maya. Ada berbagai macam bentuk kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan computer dan internet, yang dapat dikelompokan menjadi :

1. Unaunthorrited access
Kejahatan yang dilakukan dengan cara memasuki computer atau jaringan computer secara tidak sah atau tanpa izin. Penyusupan dilakukan secara diam-diam dengan memanfaatkan kelemahan sistem keamanan jaringan computer yang disusupi. Biasanya, penyusupan dilakukan dengan tujuan mencuri informasi penting dan rahasia, sabotase (pelaku disebut cracker) atau hanya sekedar tertantang untuk menguji kemampuannya dan menguji keandalan sistem keamanan computer yang disusupi (pelakunya disebut hacker).

2. ILLegal Contents
Bentu cybercrime yang dilakukan dengan cara memasukan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar sesuai dengan norma-norma dengan tujuan untuk merugikan orang lain atau menimbulkan kekacauan.

3. Data Forgery
Bentuk cybercrime yang dilakukan dengan cara memasukan data-data yang tidak benar.

4. Cyber Espionage
Bentuk kejahatan dunia maya yang dilakukan dengan memasuki jaringan computer pihak atau negara lain untuk tujuan mata-mata. Kejahatan jenis ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan informasi rahasia negara lain atau perusahaan lain yang menjadi saingan bisnis.

5. Cyber Sabotage and Extortion
Bentuk kejahatan dunia maya yang dilakukan untuk menimbulkan gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program, atau jaringan computer pihak lain. Kejahatan ini sering disebut sebagai cyber-terrorism.

6. Offense Agains Intellectual Property
Kejahatan yang dilakukan dengan cara menggunakan hak kekayaan atas intelektual yang dimiliki pihak lain di internet.

7. Infringements of Privacy
Kejahatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang bersifat pribadi dan rahasia. Apabila data-data pribadi ini diketahui orang lain, maka dapat merugikan pemilik data.

8. Phishing
Adalah bentuk kejahatan cyber yang dirancang untuk mengecoh orang lain agar memberikan data-data pribadinya ke situs yang dipersiapkan oleh pelaku. Situs tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai situs resmi milik perusahaan tertentu. Korban kemudian diminta memberikan data-data pribadinya di situs palsu tersebut. Data-data pribadi tersebut dapat berupa user ID, password, PIN, dan sebagainya. Data-data pribadi tersebut kemudian digunakan oleh pelaku untuk hal-hal yang dapat merugikan korbannya.