Kamis, 25 Desember 2008

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan telah lama dilakukan di negara-negara maju. Di Amerika serikat, misalnya pemanfaatan jaringan computer telah dilakukan sejak tahun 1980-an. Setiap siswa mempunyai kesempatan untuk mengakses bahan-bahan pelajaran yang disajikan dalam bentuk interaktif melalui jaringan computer. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini ternyata berhasil meningkatkan hasil ujian, penurunan tingkat putus sekolah, dan penurunan tingkat ketidakhadiran di kelas.

Di Indonesia pemanfaatan Internet sebagai bahan sarana pendidikan masih sangat minim. Untuk tingkat perguruan tinggi saja, hanya beberapa pergururan tinggi yang memanfaatkan teknologi dan komunikasi, dan itupun belum maksimal. Masih banyak aplikasi-aplikasi di Internet yang belum digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan yang dilakukan. Untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi jauh lebih minim lagi.

Ada banyak bentuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan yang dapat dilakukan, antara lain :

1. Berbagi Hasil Penelitian
Teknologi informasi dan komunikasi dalam hal ini khususnya internet, telah banyak digunakan sebagai sumber informasi untuk menunjang pendidikan. Internet telah dimanfaatkan untuk berbagi hasil-hasil penelitian yang dilakukan di belahan dunia berbeda. Hal ini menyebabkan hasil penelitian yang dilakukan oleh seseorang dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Saling berbagi hasil penelitian juga mencegah terjadinya penelitian serupa yang terulang.

2. Konsultasi dengan Pakar
Internet juga banyak dimanfaatkan untuk berkonsultasi dengan pakar-pakar yang berada di tempat lain. Hal ini menyebabkan ruang dan jarak bukan lagi menjadi masalah.

3. Perpustakaan Online
Perpustakaan online adalah perpustakaan dalam bentuk digital yang ditempatkan di internet. Perpustakaan online memungkinkan seorang peljar atau mahasiswa dapat mengakses sumber-sumber ilmu pengetahuan dengan cara mudah tanpa harus dibatasi dengan jarak dan waktu. Perpustakaan online memungkinkan seorang mahasiswa di Universitas Sumatra Utara dapat mengakses perpustakaan milik ITB.

4. Diskusi Online
Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan di internet. Aplikasi diskusi online memungkinkan para mahasiswa dapat saling bertukar pikiran tanpa harus berkumpul di suatu tempat. Diskusi online juga memungkinkan seorang pelajar dapat berdiskusi dengan seorang pakar.

5. Kelas Online
Aplikasi kelas online dapat digunakan bagi lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh, seperti Universitas Terbuka dan sekolah-sekolah terbuka (SMP Terbuka). Materi-materi pelajaran dibuat interaktif dan menarik sehingga kualitas belajar di kelas online tidak kalah dengan kualitas belajar di kelas biasa.

T E S T I N T E L E G E N S I ( test I Quotient)

Intellegensi diambil dari kata Intelligence dari bahasa Inggris yang artinya kecerdasan, sedangkan dari bahasa Latin Intelegere yang artinya sama dengan menghubungkan atau mengorganisasikan.

Intellegensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kemampuan yang bersifat umum tersebut meliputi berbagai jenis kemampuan psikis seperti berpikir mekanis, matematis, abstrak, memahami, mengingat, berbahasa, dan sebagainya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang sangat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan suatu kondisi yang memungkinkan individu mencapai pengetahuan, kecakapan atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan/pendidikan formal/informal. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena test intelegensi (test IQ) tidak dirancang untuk menyungkap kemampuan-kemampuan khusus, maka bakat tidak dapat segera diketahui melalui test intelegensi.

Kata "intelegensia" sekarang ini makin penting maknanya terutama hubunganya dengan psychometrics (pengukuran kemampuan mental). Kata Intelegensi masih belum memberikan arti yang tepat dan memuaskan meskipun pada suatu saat akan mencapai kesesuaian mengenai definisi intelegensi.

Kecerdasan merupakan kemampuan otak manusia dalam hal rasio yang pada era modern ini lebih umum disebut kecerdasan akademik. Kecerdasan ini pada umumnya didapat dari bangku pendidikan, baik formal maupun nonformal dalam terminologi pendidikan. Namun ada juga yang mendapatkannya secar otodidak.

Kemampuan umum atau Intelegensi seseorang dapat diketahui secara lebih tepat dengan menggunakan test intelegensi. Sering kali jawaban menjadi bahan perdebatan karena ada yang mempunyai jawaban lain yang bagi mereka merupakan jawaban yang lebih tepat. memang dari satu rangkaian pertanyaan mungkin dapat disimpulkan beberapa jawaban yang sah. Akan tetapi lebih dapat dipertanggungjawabkan adalah jawaban yang lebih bersifat umum dibandingkan dengan jawaban yang masih meragukan meskipun dapat dibenarkan.

Sebagai contoh misalnya diberikan pertanyaan di bawah ini :
Manakah deretan angka yang kurang tepat : 64 - 48 - 8 - 14

Jawabannya adalah "14" karena satu-satunya bilangan yang tidak dapat dibagi dengan delapan. Jelas dengan memilih bilangan-bilangan ini penyusun test mengatur agar bilangan-bilangan itu mempunyai suatu sifat yang sama.

Masuk akal juga bila memilih "8" sebagai jawabanya, karena bilangan ini satu-satunya yang memiliki satu digit sedangkan yang lain memiliki dua digit. Akan tetapi bagaimanapun jawaban ini tidak sekuat jawaban yang pertama, bila dilihat dari kualitasnya.

Janganlah sengaja mencoba mencari jawaban-jawaban yang aneh yang akan memuaskan pertanyaan yang diberikan, karena seringkali jawaban yang benar adalah jawaban yang paling menyolok.

Waktu memegang peranan yang sangat penting dalam test IQ. Jadi janganlah mencari-cari jawaban yang aneh atau sengaja mencari jawaban yang lain karena akan mengurangi kesempatan kita untuk menjawab pertanyaan yang lain.

Biasanya test Intelegensi terbagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok ditujukan untuk mengakses berbagai aspek dari intelegensi tertentu. Seseorang mungkin ahli dalam memecahkan masalah numerik, sedangkan yang lain lebih kuat dalam keahlian verbal. Mungkin yang lain lebih hebat dalam menyusun bentuk atau rancangan per kelompok tetapi tak dapat mengolah logika.

Ada juga test yang menuntut kemampuan memvisualisasi posisi suatu obyek setelah obyek itu dialihkan beberapa kali, tetapi mungkin ia tak mampu mengenali rangkaian istilah yang dikeluarkan beberapa kali secara teratur.

Memang para penyusun test tak semudah itu mencapai kesepakatan mengenai cara penyususnan test yang paling tepat. Ada yang lebih cenderung mengelompokan semua test yang bentuknya serupa, sehingga mengembangkan kemampuan verbal saja. Sementara yang lain akan menekuni kemampuan numerik, ruang bangun dan sebagainya tergantung sasaran test tersebut untuk mengukur kemampuan yang akan diukur.

Untuk menjawab test yang beraneka ragam memang jauh lebih menyenangkan daripada menjawab test yang monoton satu jenis saja. Karena tes yang sejenis akan menimbulkan kejenuhan bagi peserta test, namun sekaligus juga dapat untuk mengukur dari segi emosional seserang dalam mengendalikan tingkat kejenuhannya ketika dihadapkan pada suatu keadaan.

Faktor yang harus dipertimbangkan adalah faktor waktu yang sangat mempengaruhi pikiran manusia. Seperti juga suatu komputer sesungguhnya pikiran kita dapat menangani berbagai tugas secara cepat. Tetapi pikiran itu tidak akan mampu bila belum diprogram dengan baik sehingga pikiran dapat melalui otak dengan cepat begitu dirangsang.

Bukti intelegensi adalah kemampuan untuk mengetahui bagaimana cara menangani suatu tugas. Begitu ditemukan titik awal yang sesuai, maka otak yang terangsang akan bekerja cepat sekali dan menghasilkan pemecahan yang dikehendaki.

Harus diingat bahwa kecermatan lebih penting dari pada kecepatan. Ada baiknya mencari keseimbangan waktu dan ketepatan secara baik. Jangan berlama-lama pada suatu pertanyaan dengan harapan dapat merangsang proses mental agar waktu untuk mencari titik awal pemecahanya jangan sampai melebihi batas waktu yang diberikan.

Test intelegensi pertama kali diciptakan oleh Alfred Binet dan Theodore Simon pada tahun 1908 di Prancis. Test ini mulanya sangat sederhana dan hanya untuk anak-anak saja, akhirnya mendapat sambutan baik dari para ahli sehingga banyak yang menyempurnakannya. Para ahli yang merevisi test Binet-Simon ialah : Kuhlmanun (1912 dan 1922), Lewis Termasn (1916), Mordan (1932), David Merril (1937).

Ada beberapa penggolongan nilai test IQ, berikut salah satu contohnya :
> dari 140 : Luar biasa cerdas (genius)
120 - 139 : Sangat cerdas (Superior)
110 - 119 : Di atas normal
90 - 109 : Normal
80 - 89 : Di bawah normal
70 - 79 : Bordeline (Garis batas)
50 - 69 : Debile
26 - 49 : Embicile
0 - 25 : Idiot

Para pencari kerja sering mengeluh ketika harus menghadapi seleksi test psikologi. Bahkan tidak jarang menganggap test semacam ini sebagai batu sandungan. dari pengalaman sering terdengar pernyataan bahwa psikotest ini sulit, sebagian lain lagi menganggap membingungkan. Anggapan ini sebenarnya keliru karena justru soal-soal test psikologi, apakah itu kemampuan intelegensi atau test kepribadian dibuat mudah dan sederhana.

Bentuk soal test kemampuan persepsi adalah berupa gambar-gambar (simbol) yang satu dan lainnya hampir sama. Ketika menghadapi gambar-gambar, hal pertama yang harus diperhatikan adalah unsur-unsur yang ada dalam gambar tersebut, dari baris atas, tengah, dan baris paling bawah yang ahrus di isi jawaban. dari pengamatan itulah peserta akan menemukan unsur yang belum ada.

Psikotest dirancang untuk mengukur berbagai faktor psikologis tertentu. Tujuannya bagi perusahaan adalah memperkirakan apa yang akan dilakukan seseorang dimasa yang akan datang. Faktor yang diukur adalah tipe psikologis seperti logika berfikir, kemempuan mempelajari temperamen dan berbagai kecakapan tertentu. Biasanya juga menyangkut pengukuran kemampuan fisik, seperti kecakapan atau kecepatan menulis atau koordinasi gerak tangan dan penglihatan.

Menurut Lee J. Cronbach dalam Essentials of Psychological Testing, tujuan psikotest adalah mengetahui perbedaan diantara setiap kepribadian. Dalam perusahaan, para karyawan akan selalu berusaha untuk lebih baik dari pekerja lain. Perbedaan kepribadian individu merupakan problem utama dalam mengatur tindakan orang lain. Oleh karena itu, setiap pemimpin, manager dan karyawan harus mampu mengidentifikasi masalah tersebut.

Saran untuk mengerjakan Psikotest :
  1. Percaya Diri. Tanamkan rasa percaya diri yang kuat sebelum menghadapi atau mengerjakan soal test.
  2. Konsentrasi. Pusatkan pikiran pada saat mengerjakan test dan lupakan segala sesuatu yang mengganggu pikiran.
  3. Cermat. Penyajian setiap angka, huruf, tanda baca (titik, koma, dll) gambar, simbol, kata, kalimat, harus anda perhatikan dengan cermat. Misalnya mana yang benar "negatif" atau "negatip".
  4. Ketenangan. Ketenangan bukan berati tidak becanda atau berbisik-bisik, tetapi tenang pikiran dan jiwa, tidak ceroboh, tidak emosional.
  5. Ketelitian. Anda akan menjumpai banyak angka, gambar, dan simbol yang satu sama lain bentuknya hampir sama yang kadang-kadang cukup membingungkan. Disinilah ketelitian akan diuji untuk menjawan soal.
  6. Bekerja sendiri. Jangan sekali-kali mencontek pekerjaan orang lain. Apalagi untuk mengerjakan test kepribadian karena belum tentu yang anda contoh memiliki nilai kepribadiannya yang baik. Pikirkan dan kerjakan sendiri sebisa mungkin.
  7. Ikuti petunjuk. Ikutilah petunjuk dari penguji dan juga petunjuk dari soal. tanyakan pada penguji ketika ia memberi kesempatan untuk bertanya sampai anda benar-benar jelas mengenai cara mengerjakannya, aturan-aturannya, dan sebagainya.
Selamat Mengikuti Psikotest..









C Y B E R C R I M E

Cybercrime dapat diartikan kejahatan atau tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh seseorang dengan menggunakan sarana computer. Dengan kemajuan internet, dimana computer-computer di dunia terhubung satu dengan lainnya, cybercrime pun tidak lepas dari internet. Dengan kata lain cybercrime dapat juga diartikan sebagai kejahatan yang dilakukan di internet atau dunia maya. Ada berbagai macam bentuk kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan computer dan internet, yang dapat dikelompokan menjadi :

1. Unaunthorrited access
Kejahatan yang dilakukan dengan cara memasuki computer atau jaringan computer secara tidak sah atau tanpa izin. Penyusupan dilakukan secara diam-diam dengan memanfaatkan kelemahan sistem keamanan jaringan computer yang disusupi. Biasanya, penyusupan dilakukan dengan tujuan mencuri informasi penting dan rahasia, sabotase (pelaku disebut cracker) atau hanya sekedar tertantang untuk menguji kemampuannya dan menguji keandalan sistem keamanan computer yang disusupi (pelakunya disebut hacker).

2. ILLegal Contents
Bentu cybercrime yang dilakukan dengan cara memasukan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar sesuai dengan norma-norma dengan tujuan untuk merugikan orang lain atau menimbulkan kekacauan.

3. Data Forgery
Bentuk cybercrime yang dilakukan dengan cara memasukan data-data yang tidak benar.

4. Cyber Espionage
Bentuk kejahatan dunia maya yang dilakukan dengan memasuki jaringan computer pihak atau negara lain untuk tujuan mata-mata. Kejahatan jenis ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan informasi rahasia negara lain atau perusahaan lain yang menjadi saingan bisnis.

5. Cyber Sabotage and Extortion
Bentuk kejahatan dunia maya yang dilakukan untuk menimbulkan gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program, atau jaringan computer pihak lain. Kejahatan ini sering disebut sebagai cyber-terrorism.

6. Offense Agains Intellectual Property
Kejahatan yang dilakukan dengan cara menggunakan hak kekayaan atas intelektual yang dimiliki pihak lain di internet.

7. Infringements of Privacy
Kejahatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang bersifat pribadi dan rahasia. Apabila data-data pribadi ini diketahui orang lain, maka dapat merugikan pemilik data.

8. Phishing
Adalah bentuk kejahatan cyber yang dirancang untuk mengecoh orang lain agar memberikan data-data pribadinya ke situs yang dipersiapkan oleh pelaku. Situs tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai situs resmi milik perusahaan tertentu. Korban kemudian diminta memberikan data-data pribadinya di situs palsu tersebut. Data-data pribadi tersebut dapat berupa user ID, password, PIN, dan sebagainya. Data-data pribadi tersebut kemudian digunakan oleh pelaku untuk hal-hal yang dapat merugikan korbannya.